Jadi saya dengan 8 rekan kantor saya memutuska menghabiskan weekend abis gajian Oktober untuk refreshing ke Pulau terpinggir Sumatra, tepatnya kita niat bersnorkling ria di Pahawang. saya memutuskan untuk mencari rombongan. dan kebetulan liat di forum Backpack Indo ada yg buka trip kesana, dan akhirnya kami memutuskan untuk join dengan yola dan kawan.
Jumat tanggal 24 Oktober Kami jalan dari kantor (Kuningan, Rasuna)
sekitar pukul 20.30. Kita sengaja menyewa mobil untuk mengantar ke pelabuhan
Merak..soalnya takut kalo naik biis lama dan bisa2 ga dapet duduk kalo jelang
weekend ginii.. jadilah kita sewa mobil, ongkosnya 500ribu all in, alias udh
bersih. Ga terlalu berat karena dibagi
untuk ber sembilan orang.
Tiba di pelabuhan sekitar pukul
23.30, kami langsung menuju tempat meeting point kami dengan para traveler
lain. Ternyata disnaa sudah ada beberapa orang yg datang, sedangkan mba pemimpin
rombongan masih cari makan katanyaa. Sekitar pukul 24.00 kami semua telah
berkumpul, dan kamipun menuju loket masuk untuk membeli karcis kapal. Kalo ga
salah inget tiket untuk dewasa 13.500 rupiah saja. Cukup murah rasanya di
banding menyebarang pulau seribu dengan kapal kecil kayu, heehe...
Kami langsung bergegas menuju
dermaga dan langsung menaiki kapal yang akan segera berangkat, agak kaget
melihat kondisi kapal yang sangat ramai dan padat. Sampai di kelas VIP pun
terasa sangat ekonomi, karena penumpang yang sudah padat memenuhi ruangan VIP.
Terasa lebih padat karena para penumpang yang tidak dapat duduk di kursi VIP,
mereka pada tiduran dengan enaknyaa... sehingga ruanganm terasa sangat sempit.
Jadilaah kami penumpang yang datang belakangan harus berusaha mencari spot,
dengan nyempil2 diantara orang2 yang sudah pada asik terlentang.
Tapi disini seninya kalo jalan-jalan, hal-hal kaya gini yang akan jadi cerita dan bahan obrolan nantinyaa...
Tapi disini seninya kalo jalan-jalan, hal-hal kaya gini yang akan jadi cerita dan bahan obrolan nantinyaa...
Ketidaknyamanan atas kapal yang
padat dan pengap akhirnya tebalaskan dengan keberuntunga kami mendapat kapal
yang cepat sampai. Pasalnya pukul 02.30 kapal kami sudah merapat pelabuhan
Bakauheni, biasanya perjalanan menyebrang Merak – Bakau bisa tiga sampai tiga
setengah jam.
Turun kapal, kami menunggu Elf sewaan menjemput kami. Tak selang beberapa menit Elf pun datang dan kami langsung masuk dalam Elf. Jumlah kami sangat pas dengan kapasitas Elf saat itu, kami ber 17, ditambah sopir 1. Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan pinggiran Lampung, hawanya agak beda rasanyaa, jalan di sini sangat gelap karena banyak melewati hutan2 dan sangat minim lampu jalan. Ga kaya di Jakarta yang selalu diterangi lampu-lampu...hhhaa, horornya lagi Elf kami bermasalah dengan lampu mobilnya, lampu Elf ini tidak menyala...dan alhasil, teman saya yang duduk di depan bekerja mengawasi jalanan membantu sang sopir. Nyalinya gede juga nih sopir, jalanan kaya gini ga pake lampu.. ngebut pulaa bawanyaa, hadeuuh ngerii membayangkan perjalanan malam waktu itu, hanya doa yang dapat kami lakukan untuk keselamatan bersama.... untungnya kami merasa lelah sehingga perjalanan darat ini banyak diisi dengan berada di alam bawah sadaar. Sekitar pukul 05.45 kami menepi di suatu warung kopi pinggir jalan. Tujuannya untuk sholat dan istirahat sejenak. Pukul 06.00 kamipun melanjutkan perjalanan ke desa ketapang.
Sampai di Ketapang pukul 07.00
kami langsung menuju rumah warga yang sudah sengaja dipesan untuk kami
istirahat sejenak dan berganti pakaian untuk snorkling. Selesai berganti
pakaian pukul 08.00 kami langsung menuju dermaga untuk memulai start perjalanan
jelajah pulau dan laut di Lampung kecil dengan menggunakan perahu kecil dari
kayu bermuatan 20 orangan.
Setelah sejam terapung di laut kecil lampung, kamipun sampai di spot pertama snorkling kami. Saya ga apal nama2 spot snorklingnya, karena banyak sekali spotnya. Kamipun segera memasang peralatan snorkling kami, saya dan teman-teman memutuskan menyewa alat snorkling tanpa vin atau kaki katak. Karena pengalaman waktu di pulau seribu, justru ga bisa berenang menggunakan itu, mungkin karena belum tahu tekniknya. Jadi kami hanya menyewa maskernya saja, lumayan setengah harga, yang tadinya kalo lengkap dengan vin sehari disewakan 45.000. sedangka karena kami hanya maskernya saja, jadi 50.000 untuk dua hari.
Setelah sejam terapung di laut kecil lampung, kamipun sampai di spot pertama snorkling kami. Saya ga apal nama2 spot snorklingnya, karena banyak sekali spotnya. Kamipun segera memasang peralatan snorkling kami, saya dan teman-teman memutuskan menyewa alat snorkling tanpa vin atau kaki katak. Karena pengalaman waktu di pulau seribu, justru ga bisa berenang menggunakan itu, mungkin karena belum tahu tekniknya. Jadi kami hanya menyewa maskernya saja, lumayan setengah harga, yang tadinya kalo lengkap dengan vin sehari disewakan 45.000. sedangka karena kami hanya maskernya saja, jadi 50.000 untuk dua hari.
Kami mulai menjelajah bawah laut
dengan hati gembiraa...halaah bahasanyaa, kaya anak tk lagi ceritaa,hhe... tapi
beberapa dari teman yang baru pertama kali snorkling, masih meraba-raba cara
snorkling yang asik. Karena apabila kita tidak tahu tekniknya, badan akan
terasa sulit untuk melihat kedalam laut, dan alhasil kita bukannya menikmati
ikan-ikan berenang di dasar laut, tapi malah sibuk menata tubuh untuk dapat
bersnorkling dengan benar. Tipsnya bagi pesnorkling pemula yang tidak bisa
berenang, santai aja... snorkling ga harus bagi orang2 yang bisa berenang,
karena kita bisa tetap menikmati kehidupan laut dari atas permukaan, asalkan
sebelum melakukan snorkling kita minta arahan dengan pemandunya cara2 dan
teknik2 bersnorkling. Dan tips kedua jangan panik.
Kamipun diajak menjelajahi laut kecil Lampung selama berjam-jam dan menikmati kehidupan bawah laut dengan spot-spot yang keren. Terumbu-terumbu karang yang begitu kaya, dan ikan-ikan yang bermacam-macam membuat kami berdecak kagum pada keindahan dasar laut ini. Kami bisa melihat ikan nemo dan ikan-ikan lainnya bermain-main di antara terumbu karang. Mahakarya Illahi yang telah menciptakan kehidupan air ini dengan sangat sempurna tanpa dapat tertalar oleh manusia penciptaannya.
Sekitar pukul 11.45 kami sampai
di pulau Kelagian. Suatu pulau tak berpenghuni yang sangat tenaang. Lagi-lagi
kami berdecak kagum atas keindahan pantai yang sangat bersih dengan pasir
putihnya, dan warna air laut yang bergradasi cantiik. Huwaah rasanyaa ga
bosen-bosen memandang indahnya laut dengan rona gradasi seindah
ini..SUBHANAALLAAH.. dan kamipun berfoto-foto dan makan siang di pulau ini,
dibawah pohon rindang di tepian pantai.
Puas berfoto-foto, kami melanjutkan jelajah alam bawah laut, sampai akhirnya kami sampai di spot terakhir snorkling untuk hari pertama, spot ini adalah spot utama tujuan kami, yaitu PAHAWANG. Kenapa dibilang spot pahawang... karena spot ini dekat dengan Pulau Pahawang. Pulau ini bukan menjadi destinasi untuk penginapan untuk para traveler, karena tidak terdapat homestay2 disini, kalopun mau bermalam dipulau ini, ya haruus kemping. Karena di Pulau ini hanya terlihat satu cottage elit, yang katanya milik orang asing.
Saya akhirnya tahu kenapa Pahawang yang paling terkenal diantara pulau-pulau lainnya. Karena dasar laut yang sangat indah pada spot snorkling Pahawang ini. Di spot ini kami disuguhi dengan lebih variatif ikan2 dan terumbu karang. Banyaak sekalii, dibawah sana kita bisa melihat ikan2 yang sedang bermain asik bak di taman. Dan terumbu2 karang yang cantik2 dengan beragam rupaa...keren pokoknya kereen bangeet, sampai saya tidak sadar akan ombak yang besar saking nikmatnya menjelajahi alam bawah air. Sayangnya beberapa dari teman saya ada yang sudah kecapean dan memutuskan untuk tidak turun. Tapi saya saranin kalo ada yang mau kesini, ini adalah spot wajib, karena dispot ini benar2 best of the best dari spot2 lain yang sudah dan akan dijelajahi di Pulau Lampung ini. Beberapa teman yang ga turun merasa menyesal pada akhirnyaa, hhe...
Puas berfoto-foto, kami melanjutkan jelajah alam bawah laut, sampai akhirnya kami sampai di spot terakhir snorkling untuk hari pertama, spot ini adalah spot utama tujuan kami, yaitu PAHAWANG. Kenapa dibilang spot pahawang... karena spot ini dekat dengan Pulau Pahawang. Pulau ini bukan menjadi destinasi untuk penginapan untuk para traveler, karena tidak terdapat homestay2 disini, kalopun mau bermalam dipulau ini, ya haruus kemping. Karena di Pulau ini hanya terlihat satu cottage elit, yang katanya milik orang asing.
Saya akhirnya tahu kenapa Pahawang yang paling terkenal diantara pulau-pulau lainnya. Karena dasar laut yang sangat indah pada spot snorkling Pahawang ini. Di spot ini kami disuguhi dengan lebih variatif ikan2 dan terumbu karang. Banyaak sekalii, dibawah sana kita bisa melihat ikan2 yang sedang bermain asik bak di taman. Dan terumbu2 karang yang cantik2 dengan beragam rupaa...keren pokoknya kereen bangeet, sampai saya tidak sadar akan ombak yang besar saking nikmatnya menjelajahi alam bawah air. Sayangnya beberapa dari teman saya ada yang sudah kecapean dan memutuskan untuk tidak turun. Tapi saya saranin kalo ada yang mau kesini, ini adalah spot wajib, karena dispot ini benar2 best of the best dari spot2 lain yang sudah dan akan dijelajahi di Pulau Lampung ini. Beberapa teman yang ga turun merasa menyesal pada akhirnyaa, hhe...
Selesai snorkling di spot Pahawang, kami menyempatkan diri merapat di tepian pulau Pahawang, sejenak untuk syarat bahwa kami telah menginjaki kaki di Pulau Pahawang. Berfoto-foto sejenak dan langsung bergegas kembali menaiki perahu, untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Tanjung Putus. Disanalah homestay kami berada. Pantai di Tanjung Putuspun tak kalah kerenya, pasirnya putih dan airnya bening dan tenang...
Sesampai di Tanjung Putus kami segera menuju homestay. Homestay kami adalah homestay sederhana, yang mana hanya berupa ruangan2 yang dihamparkan kasur-kasur, dan dibelakangnya ada kamar mandi. Kamar mandinyapun tidak terlalu bagus menurut saya,hhe.. tapi yaa dengan budget minim, ini cukup menurut kami. Masih bersyukur karena masih ada kipas angin di setiap kamarnya,, yaa lumayanlaah yaaahh...
Sore hari selesai bebersih, kami
nongkrong2 di warung sambil berindomie ria, menanti datangnya sunset.
sayangnyaa ternyata Pulau ini tidak dapat menyuguhkan sunset indah, karena
matahari tertutupi oleh bukit. Malamnya tak banyak yang kami lakukan, selesai
makan malam, beberapa diantara kami memilih langsung memanjakan badannya dengan
menyegerakan untuk beristirahat. Sedangkan beberapa memilih untuk memanfaatkan
waktu untuk bercengkrama.
Paginya selesai sholat subuh kami
langsung hunting sunrise. Benar kata orang, kalau di Tanjung Putus ini bukan
spotnya sunset, karena kita tidak dapat menikmati sunset yang tertutup bukit.
Tapi jangan sedih.. karena sunrise di Tanjung Putus akan menghilangkan
kekecewaan kalian dengan kecantikannya yang tak kalah menarik dengan sunset.
Yaa sunrise pagi itu di Pulau Tanjung Putus benar-benar sukses membuat kami
tersenyum ceriaa sambil bertasbih memuji-Nya. Selesai puas mengabadikan
matahari kecil dipagi hari. Kami bergegas untuk sarapan. Selesai sarapan kami
berganti pakaian dan melanjutkan perjalanan bawah air kembali.
Pukul 11.00 kamipun beranjak
meninggalkan Pulau Tanjung Putus dan kembali menuju Ketapang. Perjalan sekitar
satu setengah jam, pukul 12.30 kamipun sampai di dermaga Ketapang. Sholat zuhur
dan jama’ Ashar terlebih dahulu. Baru kami melanjutka perjlanan menuju
pelabuhan Bakauheni. Kamipun menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh di
Yen-Yen. Sebuah pusat perbelanjaan oleh-oleh khas lampung. Ramai sekali memang,
karena tempatnya tertata rapih dan nyaman. Sebelum menuju pelabuhan, kamipun
juga menyempatkan diri untuk mendatangi menara ikon lampung, yaitu menara
Siger.
Sampai di pelabuhan pukul 4 sore, dan kapal beranjak meninggalkan pelabuhan sekitar pukul 5 kurang. Alhamdulillah kali ini kami mendapat kapal yang lebih bagus dari kapal berangkat kemarin.
Tapi sayangnya perjalanan kami sedikit lebih lama. Dari berangkat pukul 5 sore, baru sampai pelabuhan sekitar pukul 20.30. tak apalaah...yang penting sampai di pulau Jawa dengan selamat, wal sehat.. Sayapun sampai dirumah sekitar pukul 00.30 dini hari. selesailah perjalanan inii menyenangkan inii. Berharap bisa kembali lagi menikmati keindahan pulau-pulau kecil di Lampung itu.. ^^
Thanks for all traveler...:














Tidak ada komentar:
Posting Komentar