Sabtu, 22 November 2014

SANG PENIKMAT ALAM: Pahawang Island- Lampung

SANG PENIKMAT ALAM: Pahawang Island- Lampung: Kali ini mau sharing hasil jalan2 kmren ke pulau Sumatra...Huwaah rasaya udh lama banget ga nyebrang pulau..sepertinya tepatnya udah 12 tahu...

Pahawang Island- Lampung

Kali ini mau sharing hasil jalan2 kmren ke pulau Sumatra...Huwaah rasaya udh lama banget ga nyebrang pulau..sepertinya tepatnya udah 12 tahun yang lalu...hhaha jadul skali.. oke lets start..

Jadi saya dengan 8 rekan kantor saya memutuska menghabiskan weekend abis gajian Oktober untuk refreshing ke Pulau terpinggir Sumatra, tepatnya kita niat bersnorkling ria di Pahawang. saya memutuskan untuk mencari rombongan. dan kebetulan liat di forum Backpack Indo ada yg buka trip kesana, dan akhirnya kami memutuskan untuk join dengan yola dan kawan.
Jumat tanggal 24 Oktober Kami jalan dari kantor (Kuningan, Rasuna) sekitar pukul 20.30. Kita sengaja menyewa mobil untuk mengantar ke pelabuhan Merak..soalnya takut kalo naik biis lama dan bisa2 ga dapet duduk kalo jelang weekend ginii.. jadilah kita sewa mobil, ongkosnya 500ribu all in, alias udh bersih.  Ga terlalu berat karena dibagi untuk ber sembilan orang.
Tiba di pelabuhan sekitar pukul 23.30, kami langsung menuju tempat meeting point kami dengan para traveler lain. Ternyata disnaa sudah ada beberapa orang yg datang, sedangkan mba pemimpin rombongan masih cari makan katanyaa. Sekitar pukul 24.00 kami semua telah berkumpul, dan kamipun menuju loket masuk untuk membeli karcis kapal. Kalo ga salah inget tiket untuk dewasa 13.500 rupiah saja. Cukup murah rasanya di banding menyebarang pulau seribu dengan kapal kecil kayu, heehe...
Kami langsung bergegas menuju dermaga dan langsung menaiki kapal yang akan segera berangkat, agak kaget melihat kondisi kapal yang sangat ramai dan padat. Sampai di kelas VIP pun terasa sangat ekonomi, karena penumpang yang sudah padat memenuhi ruangan VIP. Terasa lebih padat karena para penumpang yang tidak dapat duduk di kursi VIP, mereka pada tiduran dengan enaknyaa... sehingga ruanganm terasa sangat sempit. Jadilaah kami penumpang yang datang belakangan harus berusaha mencari spot, dengan nyempil2 diantara orang2 yang sudah pada asik terlentang.


Tapi disini seninya kalo jalan-jalan, hal-hal kaya gini yang akan jadi cerita dan bahan obrolan nantinyaa...
Ketidaknyamanan atas kapal yang padat dan pengap akhirnya tebalaskan dengan keberuntunga kami mendapat kapal yang cepat sampai. Pasalnya pukul 02.30 kapal kami sudah merapat pelabuhan Bakauheni, biasanya perjalanan menyebrang Merak – Bakau bisa tiga sampai tiga setengah jam.




Turun kapal, kami menunggu Elf sewaan menjemput kami. Tak selang beberapa menit Elf pun datang dan kami langsung masuk dalam Elf. Jumlah kami sangat pas dengan kapasitas Elf saat itu, kami ber 17, ditambah sopir 1. Perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri jalan pinggiran Lampung, hawanya agak beda rasanyaa, jalan di sini sangat gelap karena banyak melewati hutan2 dan sangat minim lampu jalan. Ga kaya di Jakarta yang selalu diterangi lampu-lampu...hhhaa, horornya lagi Elf kami bermasalah dengan lampu mobilnya, lampu Elf ini tidak menyala...dan alhasil, teman saya yang duduk di depan bekerja mengawasi jalanan membantu sang sopir. Nyalinya gede juga nih sopir, jalanan kaya gini ga pake lampu.. ngebut pulaa bawanyaa, hadeuuh ngerii membayangkan perjalanan malam waktu itu, hanya doa yang dapat kami lakukan untuk keselamatan bersama.... untungnya kami merasa lelah sehingga perjalanan darat ini banyak diisi dengan berada di alam bawah sadaar. Sekitar pukul 05.45 kami menepi di suatu warung kopi pinggir jalan. Tujuannya untuk sholat dan istirahat sejenak. Pukul  06.00 kamipun melanjutkan perjalanan ke desa ketapang.
Sampai di Ketapang pukul 07.00 kami langsung menuju rumah warga yang sudah sengaja dipesan untuk kami istirahat sejenak dan berganti pakaian untuk snorkling. Selesai berganti pakaian pukul 08.00 kami langsung menuju dermaga untuk memulai start perjalanan jelajah pulau dan laut di Lampung kecil dengan menggunakan perahu kecil dari kayu bermuatan 20 orangan.


Setelah sejam terapung di laut kecil lampung, kamipun sampai di spot pertama snorkling kami. Saya ga apal nama2 spot snorklingnya, karena banyak sekali spotnya. Kamipun segera memasang peralatan snorkling kami, saya dan teman-teman memutuskan menyewa alat snorkling tanpa vin atau kaki katak. Karena pengalaman waktu di pulau seribu, justru ga bisa berenang menggunakan itu, mungkin karena belum tahu tekniknya. Jadi kami hanya menyewa maskernya saja, lumayan setengah harga, yang tadinya kalo lengkap dengan vin sehari disewakan 45.000. sedangka karena kami hanya maskernya saja, jadi 50.000 untuk dua hari.
Kami mulai menjelajah bawah laut dengan hati gembiraa...halaah bahasanyaa, kaya anak tk lagi ceritaa,hhe... tapi beberapa dari teman yang baru pertama kali snorkling, masih meraba-raba cara snorkling yang asik. Karena apabila kita tidak tahu tekniknya, badan akan terasa sulit untuk melihat kedalam laut, dan alhasil kita bukannya menikmati ikan-ikan berenang di dasar laut, tapi malah sibuk menata tubuh untuk dapat bersnorkling dengan benar. Tipsnya bagi pesnorkling pemula yang tidak bisa berenang, santai aja... snorkling ga harus bagi orang2 yang bisa berenang, karena kita bisa tetap menikmati kehidupan laut dari atas permukaan, asalkan sebelum melakukan snorkling kita minta arahan dengan pemandunya cara2 dan teknik2 bersnorkling. Dan tips kedua jangan panik.




Kamipun diajak menjelajahi laut kecil Lampung selama berjam-jam dan menikmati kehidupan bawah laut dengan spot-spot yang keren. Terumbu-terumbu karang yang begitu kaya, dan ikan-ikan yang bermacam-macam membuat kami berdecak kagum pada keindahan dasar laut ini.  Kami bisa melihat ikan nemo dan ikan-ikan lainnya bermain-main di antara terumbu karang. Mahakarya Illahi yang telah menciptakan kehidupan air ini dengan sangat sempurna tanpa dapat tertalar oleh manusia penciptaannya.
Sekitar pukul 11.45 kami sampai di pulau Kelagian. Suatu pulau tak berpenghuni yang sangat tenaang. Lagi-lagi kami berdecak kagum atas keindahan pantai yang sangat bersih dengan pasir putihnya, dan warna air laut yang bergradasi cantiik. Huwaah rasanyaa ga bosen-bosen memandang indahnya laut dengan rona gradasi seindah ini..SUBHANAALLAAH.. dan kamipun berfoto-foto dan makan siang di pulau ini, dibawah pohon rindang di tepian pantai.

 

 

 


Puas berfoto-foto, kami melanjutkan jelajah alam bawah laut, sampai akhirnya kami sampai di spot terakhir snorkling untuk hari pertama, spot ini adalah spot utama tujuan kami, yaitu PAHAWANG. Kenapa dibilang spot pahawang... karena spot ini dekat dengan Pulau Pahawang. Pulau ini bukan menjadi destinasi untuk penginapan untuk para traveler, karena tidak terdapat homestay2 disini, kalopun mau bermalam dipulau ini, ya haruus kemping. Karena di Pulau ini hanya terlihat satu cottage elit, yang katanya milik orang asing.

 

Saya akhirnya tahu kenapa Pahawang yang paling terkenal diantara pulau-pulau lainnya. Karena dasar laut yang sangat indah pada spot snorkling Pahawang ini. Di spot ini kami disuguhi dengan lebih variatif ikan2 dan terumbu karang. Banyaak sekalii, dibawah sana kita bisa melihat ikan2 yang sedang bermain asik bak di taman. Dan terumbu2 karang yang cantik2 dengan beragam rupaa...keren pokoknya kereen bangeet, sampai saya tidak sadar akan ombak yang besar saking nikmatnya menjelajahi alam bawah air. Sayangnya beberapa dari teman saya ada yang sudah kecapean dan memutuskan untuk tidak turun. Tapi saya saranin kalo ada yang mau kesini, ini adalah spot wajib, karena dispot ini benar2 best of the best dari spot2 lain yang sudah dan akan dijelajahi di Pulau Lampung ini. Beberapa teman yang ga turun merasa menyesal pada akhirnyaa, hhe...



Selesai snorkling di spot Pahawang, kami menyempatkan diri merapat di tepian pulau Pahawang, sejenak untuk syarat bahwa kami telah menginjaki kaki di Pulau Pahawang. Berfoto-foto sejenak dan langsung bergegas kembali menaiki perahu, untuk melanjutkan perjalanan menuju Pulau Tanjung Putus. Disanalah homestay kami berada. Pantai di Tanjung Putuspun tak kalah kerenya, pasirnya putih dan airnya bening dan tenang...



Sesampai di Tanjung Putus kami segera menuju homestay. Homestay  kami adalah homestay sederhana, yang mana hanya berupa ruangan2 yang dihamparkan kasur-kasur, dan dibelakangnya ada kamar mandi. Kamar mandinyapun tidak terlalu bagus menurut saya,hhe.. tapi yaa dengan budget minim, ini cukup menurut kami. Masih bersyukur karena masih ada kipas angin di setiap kamarnya,, yaa lumayanlaah yaaahh...
Sore hari selesai bebersih, kami nongkrong2 di warung sambil berindomie ria, menanti datangnya sunset. sayangnyaa ternyata Pulau ini tidak dapat menyuguhkan sunset indah, karena matahari tertutupi oleh bukit. Malamnya tak banyak yang kami lakukan, selesai makan malam, beberapa diantara kami memilih langsung memanjakan badannya dengan menyegerakan untuk beristirahat. Sedangkan beberapa memilih untuk memanfaatkan waktu untuk bercengkrama.
Paginya selesai sholat subuh kami langsung hunting sunrise. Benar kata orang, kalau di Tanjung Putus ini bukan spotnya sunset, karena kita tidak dapat menikmati sunset yang tertutup bukit. Tapi jangan sedih.. karena sunrise di Tanjung Putus akan menghilangkan kekecewaan kalian dengan kecantikannya yang tak kalah menarik dengan sunset. Yaa sunrise pagi itu di Pulau Tanjung Putus benar-benar sukses membuat kami tersenyum ceriaa sambil bertasbih memuji-Nya. Selesai puas mengabadikan matahari kecil dipagi hari. Kami bergegas untuk sarapan. Selesai sarapan kami berganti pakaian dan melanjutkan perjalanan bawah air kembali.




Sekitar pukul 10.00 kami mengakhiri perjalanan bawah air kami. Puas rasanya selama dua hari bermain dengan ikan-ikan kecil, dan memanjakan mata denga melihat kecantikan terumbu2 karang. Bersenda gurau dan memanfaatkan waktu untuk dapat bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah adalah hal menyenangkan dan membuat kami sesaat melupakan hiruk pikuk kesibukan kota Jakarta.
Pukul 11.00 kamipun beranjak meninggalkan Pulau Tanjung Putus dan kembali menuju Ketapang. Perjalan sekitar satu setengah jam, pukul 12.30 kamipun sampai di dermaga Ketapang. Sholat zuhur dan jama’ Ashar terlebih dahulu. Baru kami melanjutka perjlanan menuju pelabuhan Bakauheni. Kamipun menyempatkan diri untuk membeli oleh-oleh di Yen-Yen. Sebuah pusat perbelanjaan oleh-oleh khas lampung. Ramai sekali memang, karena tempatnya tertata rapih dan nyaman. Sebelum menuju pelabuhan, kamipun juga menyempatkan diri untuk mendatangi menara ikon lampung, yaitu menara Siger.



Sampai di pelabuhan pukul 4 sore, dan kapal beranjak meninggalkan pelabuhan sekitar pukul 5 kurang. Alhamdulillah kali ini kami mendapat kapal yang lebih bagus dari kapal berangkat kemarin.
Tapi sayangnya perjalanan kami sedikit lebih lama. Dari berangkat pukul 5 sore, baru sampai pelabuhan sekitar pukul 20.30. tak apalaah...yang penting sampai di pulau Jawa dengan selamat, wal sehat.. Sayapun sampai dirumah sekitar pukul 00.30 dini hari. selesailah perjalanan inii menyenangkan inii. Berharap bisa kembali lagi menikmati keindahan pulau-pulau kecil di Lampung itu..  ^^
Thanks for all traveler...:






Minggu, 14 September 2014

HARAPANNYA KEPULAUAN SERIBUU...




Ini postingan pertama dari trip2 saya.... tapi ini bukan my first trip looh, ada banyak trip2 seru sebelumnyaa...tapi belum pernah tertuang aja disinii .. makluum baru nyentuuh yg namanyaa blog baru sekarang2 inii...walopun bikinnya dah dari kapan taau, inginnya siih ntar mengabadikan smua perjalanan2 ini kesinii, kalo ada kesempataan, biar anak cucu ntaar bisa tau kelakuan nene buyuutnyaa jaman dahuluu, hhahaha apa siih...jadii ngawuuurr...:D

okee back to topic, walopun sebelumnya kitaa ga ngomongiin si Topiik... hha *mulaigariing

Jadii critanyaa minggu kemaren tepatnya tanggal 6-7 Sept 2014 saya dan ke 4 teman sekantor saya Jene, Fina, Fadli dan hadi melakukan perjalanan mencari secercah hiburaan yang jauh dari kebisingan kota, walaupuun ga jauh2 amat tempatnya dari kotaa...hha

Sabtu pagii kira2 pukul enam...saya berangkat dari rumah teman saya di Tanjuk Priok dengan kedua teman saya. Saya dan Fina teman saya memutuskan menginap dirumah Jene...karena rumah saya dan Fina terlalu jauh dari meeting point kami di muara angke.

Janjian meeting point pukul 6 pagii...tapi kita baru brangkat jam 6 dari Priuk, hha biasalaah yaa jaam karet.
Kami memutuskan untuk naik taksi dari Priuk, dan sampai di Muara Angke sekitar pukul setengah 7, kamipun harus turun di depan gapura Pasar Ikan dikarenakan lalu lintas yg sangaat macet sekalii. Ternyata belum sampai disinii macet yg kitaa temukan, di dalempun untuk menuju ke Pom Bensin tempat meeting point kami harus berjuang melewati jalan becek, dan kemacetan manusia...jadi ga hanyaa pengendaraa aja yg macet...tapi orang jalanpun juuga kemacetaaan....ini lah yg disayangkan dari Negara atau Ibu Kota kita ini, kenapa tempat seramai ini, salah satu tempat favorit wisata di Jakarta belum bisa memberikan kenyamanan untuk para wisatawan untuk mengakses perjalanan ke tempat wisata Kepulauan Seribu. Mungkin enaknyaa akses wisatawan dan akses lalu lintas pasar ikan dibedakaan, jadi ga terlalu crowded...tapii entaah kapan bisa terealisasikan, yaa kita doakan sajaa yaah... biar kepualauan seribu juga bisaa Go International seperti Bali...

Sampainya di pom bensin, saya bertemu dengan kedua teman saya yg te
lah menunggu duluan, Fadli dan Hadi. Sayapun segera menelpon guide saya memberikan kabar klo saya sudah di depan ATM Center tempat kami janjian. Yaa liburan kali ini saya memutuskan tidak backpack, saya lebih memilih menggunakan jasa travel, FYI ajaa...saya baru pertama kali traveling pake jasa travel, karena sebelumnya saya dan teman2 saya biasa melancong sendiri ke tempat2 wisataa. Setelah sekitar setengah jam menunggu, guide kamipun datang dan segera mengantar kami naik ke kapal. Perjuangan melawan kemacetan ga sampai disini, kita pun harus kembali berjuang untuk menerobos lautan manusia yang berebut ingin naik ke kapal. Uniknya memang di dermaga muara angke ini, kita harus melewati jembatan kapal, yaitu maksudnya kita haruus meloncat dari kapal ke kapal untuk bisa naik ke kapal tujuan kitaa. Sampai di kapal kami di kagetkan dengan jumlah penumpang yang sudah memadati kapal, saya lupa nama kapalnya apa, pokonya kapal ini langsung mengantar kami ke Pulau Harapan, ga pake transit. Setengah jam kami menunggu, kapal tak kunjung jalan. entah apa yang di tunggu, padahal muatan kapal sudah sangat padat. Kapal kamipun mendapat teguran dari petugas karena sudah over kapasitas...Aduuh rasanyaa agak parno ngeder kapal yang akan membawa kita ke tengah laut dalam perjalanan tiga jam kedepan sudah sangat overload. kebayaangkaan gimana ngeriinyaa... akhirnya kapal kami tertahan sejam karena nego dengan petugas. akhirnya beberapa penumpang di trasfer ke kapal lain, agak lega rasanyaa... Pukul sembilan kapalpun meninggalkan dermaga.

Sekitar pukul dua belas, kapalpun merapat di dermaga Pulau Harapan. Guide kamipun sudah menunggu kami, mean Guidenya namanya Bang Ilham, dia salah satu orang terkenal di Pulau Harapan sepertinyaa...hhe, sedangkan guide yang akan mengantar-ngantar kami dalam perjalanan ini namanya Isfan. Kamipun segera diantar ke homestay kami, untuk beristirahat sejenak, sesampai di homestay hidangan sudah tersedia, makan siang dan bersyukur dengan di pertemukannya dengan es jeruk...karena memang dari perjalanan berangkat cuaca sangat terik, untungnya pas kami sampai ac sudah dinyalakan, sehingga kami masuk homestay adeemmm sekalii. Selesai makan kami mendapat teman baru, karena ini adalah open trip jadi rombongan ditambah dengan sepasang suami istri. Selasai makan dan sholat kamipun segera berganti pakaian bersiap untuk bersnorkling ria..

Kami menaiki perahu kayu kecil untuk menuju spot snorkling kami. Setelah lima belas menit, perahupun berhenti dan kamipun bergegas turun untuk mulai bersnorkling. betapa kagetnya kami ternyata laut ini tidak terlalu dalam, sehingga pas kami turun kaki kami langsung menabrak karang-karang, teman-teman sayapun yang cewe-cewe pada kesakitan karena kebeset-beset karang. Belum sempat menikmati keindahan bawah laut, guide kamipun mengusulkan untuk pindah spot, karena melihat beberapa orang merasa kesakitan. Akhirnya kamipun kembali naik ke perahu dan kami melaju ke spot yang lain. Ternyata kami dibawa ke spot yang aman, tapi sayangnyya ga ada terumbu karangnyaa. yaa tak apalaah, kami bersenang-senang dengan ikan-ikan kecil disini. airnya biru muda indah, dan cetek. Jadi kami snorkling tidak menggunakan pelampung. puas bermain kejar-kejaran dengan ikan-ikan, dan berfoto-foto ria selama kira-kira dua jam, kamipun kembali naik ke kapal untuk menuju spot sunset yaitu Pulau Bulat.

Rasanya setiap pengunjung yang berlibur ke pulau harapan, pasti akan memiliki tujuan pulau yang sama untuk menikmati sunset, yaitu ke Pulau Bulat. Kamipun sampai di Pulau Bulat. Pulau kecil ini bukan pulau berpenduduk padat seperti Pulau Harapan, Yang terlihat hanya sebuah cottage dengan bangunan tua besar kurang terawat. Katanya siih itu punya Tomi Suharto. Tapi sepertinya sudah ga pake, mending di sewain pak, lumayan...hha. Pantai Pulau Bulat tak kalah bagus dengan pantai Pulau Putri tadi, pasirnya putih dan bersih, tapi bedanya banyak disini lebih banyak kerikilnya, ga pure pasir seperti di Pantai Putri tadi. Pukul 17:15 matahari sudah mulai menampakkan pesonanyaa... lingkaran sempurna yang mengeluarkan warna jingga yang akan membuat orang yang menikmatinya berdecak kagum dan mengucap syukur kepada Sang Pencipta keindahan dari pesona di muka bumi ini. Puas menikmati keindahan senja. pukul 17:30 Isfan mengajak kami segera kembali ke kapal untuk pulang kembali ke Harapan, karena takutnya kalo tambah sore ombak akan semakin kencang. Benar saja, dalam awal perjalanan pulang kami, kami disuguhi dengan ombak yang lumayan membuat adrenalin meningkat. Dengan perahu yang gak terlalu besar, rasanya seperti akan termakan oleh ombak yang tinggi. namun guide dan kapten pun menenangkan kami, mengatakan ini biasa, dan insyaallah akan aman. 

Maghribpun kami sampai di Harapan dan segera kembali ke homestay dan bebersih. Sampai di homestay kembali hidangan sudah tersedia rapih di ruang depan. Ini yang saya kagumi, mereka menyedikan dengan sangat rapih dan tertata, setiap lauk di tutup rapih dengan plastik makanan. Menu malem ini adalah ikan bakar, sayur, tempe dan cumi goreng tepung. Selesai makan kami




to be continue.....














































































































Minggu, 31 Agustus 2014

Belajar Mencatat Sejaraah...

Tas...Tes...Toss...

I'm a Newbie ^^

Sebuah awal transisi dari buku diarii yang hard copy...ke diariii yang beginii, bahasa kerennya NgeBlog..
Sungguh telat rasanyaa, hari gini baru mau jelajahin yang namanya Blog...cuma yaa better than never lah yaah...
Suatu keinginan untuk mempunyai hobi baru disamping jalan2  dan mencoba mencari kegiatan yg lebih benefit dari sekedar olahraga mata depan laptop mantengin abang2 kece dari korea sanaah...hahaa,

soo....this is me...




Niatnyaa pengen bikin kumpulan sejarah perjalanan hidup disini...yg kata orang2 bisa berguna buat diri sendri dan orang lain..
smoga bisa terealisasii.... ^^