Minggu, 14 September 2014

HARAPANNYA KEPULAUAN SERIBUU...




Ini postingan pertama dari trip2 saya.... tapi ini bukan my first trip looh, ada banyak trip2 seru sebelumnyaa...tapi belum pernah tertuang aja disinii .. makluum baru nyentuuh yg namanyaa blog baru sekarang2 inii...walopun bikinnya dah dari kapan taau, inginnya siih ntar mengabadikan smua perjalanan2 ini kesinii, kalo ada kesempataan, biar anak cucu ntaar bisa tau kelakuan nene buyuutnyaa jaman dahuluu, hhahaha apa siih...jadii ngawuuurr...:D

okee back to topic, walopun sebelumnya kitaa ga ngomongiin si Topiik... hha *mulaigariing

Jadii critanyaa minggu kemaren tepatnya tanggal 6-7 Sept 2014 saya dan ke 4 teman sekantor saya Jene, Fina, Fadli dan hadi melakukan perjalanan mencari secercah hiburaan yang jauh dari kebisingan kota, walaupuun ga jauh2 amat tempatnya dari kotaa...hha

Sabtu pagii kira2 pukul enam...saya berangkat dari rumah teman saya di Tanjuk Priok dengan kedua teman saya. Saya dan Fina teman saya memutuskan menginap dirumah Jene...karena rumah saya dan Fina terlalu jauh dari meeting point kami di muara angke.

Janjian meeting point pukul 6 pagii...tapi kita baru brangkat jam 6 dari Priuk, hha biasalaah yaa jaam karet.
Kami memutuskan untuk naik taksi dari Priuk, dan sampai di Muara Angke sekitar pukul setengah 7, kamipun harus turun di depan gapura Pasar Ikan dikarenakan lalu lintas yg sangaat macet sekalii. Ternyata belum sampai disinii macet yg kitaa temukan, di dalempun untuk menuju ke Pom Bensin tempat meeting point kami harus berjuang melewati jalan becek, dan kemacetan manusia...jadi ga hanyaa pengendaraa aja yg macet...tapi orang jalanpun juuga kemacetaaan....ini lah yg disayangkan dari Negara atau Ibu Kota kita ini, kenapa tempat seramai ini, salah satu tempat favorit wisata di Jakarta belum bisa memberikan kenyamanan untuk para wisatawan untuk mengakses perjalanan ke tempat wisata Kepulauan Seribu. Mungkin enaknyaa akses wisatawan dan akses lalu lintas pasar ikan dibedakaan, jadi ga terlalu crowded...tapii entaah kapan bisa terealisasikan, yaa kita doakan sajaa yaah... biar kepualauan seribu juga bisaa Go International seperti Bali...

Sampainya di pom bensin, saya bertemu dengan kedua teman saya yg te
lah menunggu duluan, Fadli dan Hadi. Sayapun segera menelpon guide saya memberikan kabar klo saya sudah di depan ATM Center tempat kami janjian. Yaa liburan kali ini saya memutuskan tidak backpack, saya lebih memilih menggunakan jasa travel, FYI ajaa...saya baru pertama kali traveling pake jasa travel, karena sebelumnya saya dan teman2 saya biasa melancong sendiri ke tempat2 wisataa. Setelah sekitar setengah jam menunggu, guide kamipun datang dan segera mengantar kami naik ke kapal. Perjuangan melawan kemacetan ga sampai disini, kita pun harus kembali berjuang untuk menerobos lautan manusia yang berebut ingin naik ke kapal. Uniknya memang di dermaga muara angke ini, kita harus melewati jembatan kapal, yaitu maksudnya kita haruus meloncat dari kapal ke kapal untuk bisa naik ke kapal tujuan kitaa. Sampai di kapal kami di kagetkan dengan jumlah penumpang yang sudah memadati kapal, saya lupa nama kapalnya apa, pokonya kapal ini langsung mengantar kami ke Pulau Harapan, ga pake transit. Setengah jam kami menunggu, kapal tak kunjung jalan. entah apa yang di tunggu, padahal muatan kapal sudah sangat padat. Kapal kamipun mendapat teguran dari petugas karena sudah over kapasitas...Aduuh rasanyaa agak parno ngeder kapal yang akan membawa kita ke tengah laut dalam perjalanan tiga jam kedepan sudah sangat overload. kebayaangkaan gimana ngeriinyaa... akhirnya kapal kami tertahan sejam karena nego dengan petugas. akhirnya beberapa penumpang di trasfer ke kapal lain, agak lega rasanyaa... Pukul sembilan kapalpun meninggalkan dermaga.

Sekitar pukul dua belas, kapalpun merapat di dermaga Pulau Harapan. Guide kamipun sudah menunggu kami, mean Guidenya namanya Bang Ilham, dia salah satu orang terkenal di Pulau Harapan sepertinyaa...hhe, sedangkan guide yang akan mengantar-ngantar kami dalam perjalanan ini namanya Isfan. Kamipun segera diantar ke homestay kami, untuk beristirahat sejenak, sesampai di homestay hidangan sudah tersedia, makan siang dan bersyukur dengan di pertemukannya dengan es jeruk...karena memang dari perjalanan berangkat cuaca sangat terik, untungnya pas kami sampai ac sudah dinyalakan, sehingga kami masuk homestay adeemmm sekalii. Selesai makan kami mendapat teman baru, karena ini adalah open trip jadi rombongan ditambah dengan sepasang suami istri. Selasai makan dan sholat kamipun segera berganti pakaian bersiap untuk bersnorkling ria..

Kami menaiki perahu kayu kecil untuk menuju spot snorkling kami. Setelah lima belas menit, perahupun berhenti dan kamipun bergegas turun untuk mulai bersnorkling. betapa kagetnya kami ternyata laut ini tidak terlalu dalam, sehingga pas kami turun kaki kami langsung menabrak karang-karang, teman-teman sayapun yang cewe-cewe pada kesakitan karena kebeset-beset karang. Belum sempat menikmati keindahan bawah laut, guide kamipun mengusulkan untuk pindah spot, karena melihat beberapa orang merasa kesakitan. Akhirnya kamipun kembali naik ke perahu dan kami melaju ke spot yang lain. Ternyata kami dibawa ke spot yang aman, tapi sayangnyya ga ada terumbu karangnyaa. yaa tak apalaah, kami bersenang-senang dengan ikan-ikan kecil disini. airnya biru muda indah, dan cetek. Jadi kami snorkling tidak menggunakan pelampung. puas bermain kejar-kejaran dengan ikan-ikan, dan berfoto-foto ria selama kira-kira dua jam, kamipun kembali naik ke kapal untuk menuju spot sunset yaitu Pulau Bulat.

Rasanya setiap pengunjung yang berlibur ke pulau harapan, pasti akan memiliki tujuan pulau yang sama untuk menikmati sunset, yaitu ke Pulau Bulat. Kamipun sampai di Pulau Bulat. Pulau kecil ini bukan pulau berpenduduk padat seperti Pulau Harapan, Yang terlihat hanya sebuah cottage dengan bangunan tua besar kurang terawat. Katanya siih itu punya Tomi Suharto. Tapi sepertinya sudah ga pake, mending di sewain pak, lumayan...hha. Pantai Pulau Bulat tak kalah bagus dengan pantai Pulau Putri tadi, pasirnya putih dan bersih, tapi bedanya banyak disini lebih banyak kerikilnya, ga pure pasir seperti di Pantai Putri tadi. Pukul 17:15 matahari sudah mulai menampakkan pesonanyaa... lingkaran sempurna yang mengeluarkan warna jingga yang akan membuat orang yang menikmatinya berdecak kagum dan mengucap syukur kepada Sang Pencipta keindahan dari pesona di muka bumi ini. Puas menikmati keindahan senja. pukul 17:30 Isfan mengajak kami segera kembali ke kapal untuk pulang kembali ke Harapan, karena takutnya kalo tambah sore ombak akan semakin kencang. Benar saja, dalam awal perjalanan pulang kami, kami disuguhi dengan ombak yang lumayan membuat adrenalin meningkat. Dengan perahu yang gak terlalu besar, rasanya seperti akan termakan oleh ombak yang tinggi. namun guide dan kapten pun menenangkan kami, mengatakan ini biasa, dan insyaallah akan aman. 

Maghribpun kami sampai di Harapan dan segera kembali ke homestay dan bebersih. Sampai di homestay kembali hidangan sudah tersedia rapih di ruang depan. Ini yang saya kagumi, mereka menyedikan dengan sangat rapih dan tertata, setiap lauk di tutup rapih dengan plastik makanan. Menu malem ini adalah ikan bakar, sayur, tempe dan cumi goreng tepung. Selesai makan kami




to be continue.....